Entri Populer

Minggu, 23 Januari 2011

Pergunakan Waktu yang Ada dengan Tuhan

KETIKA seorang ayah yang sedang bertugas di luar kota merindukan anaknya, maka oa akan menelepon atau
 berusaha untuk menyelesaikan tugas agar bisa pulang lebih cepat dan bertemu dengan anaknya.

Seorang ayah yang baik akan menggunakan waktu yang sangat singkat untuk berkomunikasi dengan anaknya.
Apa yang telah mereka alami sepanjang hari, apa keinginan mereka dan bagaimana pendapa mereka tentang
ayahnya ?

Sama halnya dengan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai bapa yang baik bagi semua orang.Ia sangat merindukan
 kita berhubungan intim dengan Dia, Dia mau mati sehingga kita bersama dengan Dia. Salib meratakan jalan bagi
 kita untuk dapat masuk ke tempat Dia berada dan tinggal di dalam hadirat-Nya.

Ibrani 10:19-20 mengatakan “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk
ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya
sendiri.”

Melihat pengorbanan Yesus, sudah selayaknya kita benar-benar menghargai waktu yang ada. Sebab waktu yang ada
belakangan ini sudah semakin ’jahat’ dan membelenggu anak-anak Tuhan untuk mulai melupakan ajaran-Nya. Waktu
yang tersisa harus kita hargai dan manfaatkan dengan sungguh-sungguh. Jangan habiskan waktu tersisa dengan
kegiatan sia-sia.

Dalam Roma 12:2 dikatakan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan
budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan
 yang sempurna.”

Dalam melakoni hidup sehari-hari, selama masih mementingkan diri sendiri, kita tidak dapat dikuasai dan dibimbing
oleh Tuhan, Bapa yang baik. Oleh karena itu, kalau kita ingin Yesus menjadi Tuhan dan Raja kita, kita harus mematikan
sifat mementingkan diri sendiri serta dosa-dosa kita dengan pertobatan dan kekudusan. Tuhan Yesus memimpin kita
ke luar dari dunia, langkah demi langkah, menunjukkan kepada kita apa yang harus kita buang dan mengajar kita
bagaimana kita hidup. Hasil akhirnya adalah
kekudusan. Dan memanfaatkan waktu dengan baik seturut dengan kehendak Tuhan.

Banyak orang berpikir untuk hidup dekat dengan Tuhan, mereka harus bertapa, hidup menyendiri di gua bila mungkin,
 untuk mengkhususkan dirinya buat Tuhan. Sebaliknya tindakan yang demikian justru menghancurkan kemajuan rohani
kita. Untuk ke luar dari dunia, kita harus mengatasi semua godaan atau pencobaan dunia ini. Untuk mengatasi
pencobaan dan memastikan pertumbuhan rohani kita.

Alkitab menuliskan: "Baiklah tiap-tiap orang tinggal dalam keadaan, seperti waktu ia dipanggil Allah". (1 Korintus 7:20).
 Kemudian, "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan
 yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.
" (Efesus 4:28).

Justru, kalau kita benar-benar memanfaatkan waktu yang ada untuk membaca firman Tuhan, komunikasi dengan Tuhan
lewat DOA atau datang ke rumah Tuhan untuk mendengar firman-Nya, ada banyak pengajaran yang kita peroleh untuk
hidup kudus dan mulai berubah dari kehidupan
kita yang salah. Alkitab dengan tegas menuliskan agar kita menjauh dari dunia ini. Kita menang ada di dunia tetapi kita
tidak dari dunia ini.

“Pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak
mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.” Demikian dituliskan dalam
 1Korintus 7:31. Salib Kristus itu sudah menang atas dunia, dan membimbing kehidupan ini pada kekudusan. Bagi
mereka yang memikul salibnya, mereka menerima kuasa Kristus untuk menolak kejahatan dan melakukan yang baik
di mata Allah. Mereka diubah untuk membenci dunia serta mengasihi yang rohani. Mereka dibimbing untuk tidak cepat
marah, serta mengasihi yang menyakiti mereka.

Undanglah Roh Kudus hadir dalam setiap gerak langkah kehidupan Anda di atas bumi ini. Karena,kita semua perlu
diajar oleh Roh Kudus. Yohanes 16 : 13-14 mengatakan, ”Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan
memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala
sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan
 datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku.”

“Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya
.” (1 Yohanes 2:20). “Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena
 itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala
 sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu,
 demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.” (1 Yohanes 2:27).

Lakukanlah sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan Anda dengan sungguh-sungguh. Berikan waktumu untuk intim
dengan Tuhan. Sediakan waktumu untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Siapkan waktumu untuk membaca firman
Tuhan. Berdiam dirilah sejenak untuk mendengarkan suara Tuhan yang mengajar kita bisa melampaui segala
 pergumulan yang harus kita jalankan.

Memang, jujur saja manusia sekarang masih lebih banyak dikuasai oleh keinginan daging. Daging tidak mau berdiam
 diri, maunya sibuk, mengerjakan ini atau itu, tapi ternyata seperti Maria kita harus memilih yang terbaik untuk hidup kita.
Orang dunia menganggap itu buang-buang waktu, karena mereka memakai waktu mereka untuk memuaskan
kedagingan mereka.

Di jaman teknologi yang semakin maju seperti sekarang, banyak orang Kristen di akhir zaman ini yang membuang
-buang waktu dengan percuma. Duduk nongkrong di kafe, menonton TV berjam-jam mulai dari melihat berita, sport
atau menikmati sinetron. Chatting, main Facebook atau Twitter sampai berjam-jam. Tidak ada waktu untuk berdiam
 diri, mendengarkan suara Tuhan.

Sekarang, mulailah untuk membuat sebuah perubahan dalam hidup Anda. Kita harus keluar dari dunia, dan bersekutu
dengan Roh Kudus, Tuhan dan Bapa kita. Mari duduk dan diam sejenak, bergumul dengan pikiran kita untuk
mendengarkan suara Tuhan, agar tidak mudah menuruti keinginan daging. Karena, Tuhan sangat merindukan
kita untuk datang kepada-Nya dan berkomunikasi dengan Dia lewat DOA. Amin  (tian43a)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar