Ia juga meramalkan dengan tepat tentang anomali cuaca, salah satunya, pada tahun 2003 terjadi suhu panas di Eropa. Di dalam surat peringatan tanggal 29 Oktober 2001 Jucelino meramalkan alam akan menyerang balik bumi, kenaikan temperatur di Perancis, Jerman dan Portugal menimbulkan puluhan ribu korban tewas, bencana ini bisa terjadi pada tahun 2003 dan 2004.
Realitanya, suhu musim panas di Eropa pada tahun 2003 mencapai puncaknya, terdapat sekitar 35 ribu orang mati kepanasan, di antaranya di Perancis dan Jerman yang paling hebat. Korban tewas di Perancis sebanyak 14.000 jiwa dan di Jerman sekitar 7.000 orang.
Diperhatikan dari ramalan Jucelino, pemanasan global semakin lama semakin naik, sampai tahun 2012 suhu di Afrika barangkali bisa mencapai 58° celcius yang meresahkan orang. Bersamaan dengan itu juga bisa terjadi kekurangan air yang parah, lalu suhu juga akan semakin naik. Tahun 2015 suhu rata-rata bumi bisa mencapai 59° celcius, banyak orang akan mati kepanasan, ketakutan besar umat manusia akan semakin menggelobal.
Apabila betul-betul terjadi seperti itu, tentu saja bisa berakibat kekeringan dan kekurangan pasokan pangan serta menimbulkan ketegangan antar negara, Jucelino juga meramalkan tahun 2011 bisa terjadi kekurangan air .
Bagaimanapun gejala pemanasan yang terjadi sekarang bukannya seperti yang dianggap para pakar cuaca bahwa "kecepatan pemanasan sangat lamban", melainkan melonjak drastis. Pemanasan seolah-olah juga mutlak tidak berlangsung terus menerus, sesudah pemanasan global, telah menanti gejala berbalik menjadi ekstrim dingin.
Kalau suhu bumi sedemikian meningkat drastis, pulau Greenland dan kutub selatan akan ada es dalam jumlah cukup besar meleleh dan pasti tak dapat dihindari. Akibatnya, sirkulasi besar samudera menjadi lemah sehingga berubah menjadi efek pendinginan, meluncur secepat kilat, yang menandakan akan terjadi sebuah kelahiran zaman es baru.
Dalam ramalan Jucelino sepertinya juga dibuktikan bahwa pada tahun 2027 sesudah terjadi keadaan pendinginan global, masih lagi akan menghadapi sebuah zaman es yang baru. Isi detail ramalan tersebut antara lain, gunung berapi Yellow Stone Park di Amerika mulai meletus. Semburan api yang begitu besar mengakibatkan lahar dan asap akan meluas ke segala penjuru hingga sejauh 1.600 km, seperti Kansas, Nebraska, Montana dan sebagainya, bakal mengalami bencana besar. Sesudah gunung api ini meletus bisa terlahir lagi zaman es baru.
Letusan gunung berapi bukan hanya terjadi di Yellow Stone Park, tapi di seluruh tempat di dunia bisa juga terjadi, karena semburan asap telah menutupi matahari, lebih-lebih lagi arus sirkulasi besar dari samudera terhenti maka telah merangsang pembentukan gejala pendinginan global.
Waktu yang ada pada umat manusia tidak tersisa banyak, mulai Desember 2007, awan hitam bakal menyebar ke seluruh pelosok dunia
Menurut ramalan Jucelino, andaikata manusia masih mempertahankan keadaan seperti sekarang, maka dari tahun 2008-2012 manusias bakal menjalani hari-hari penuh ketakutan. Pertanda awal sebelum bencana terjadi, langit di seluruh dunia akan diselimuti dengan "awan hitam".
Bencana demi bencana besar yang akan disongsong oleh dunia masa depan dengan perubahan yang besar.
Parahnya situasi telah begitu mendesak, tapi jikalau umat manusia masih saja berkeras kepala mempertahankan ketidakpedulian, Jucelino memperingatkan kepada umat manusia tentang ramalan masa depan yang gelap, seakan-akan sudah bakal terjadi secara terus menerus.
Setiap orang harus sadar, lebih-lebih harus menyadari kondisi dan situasi yang begitu parah, entah secara pribadi, kelompok, tingkatan negara, menjaga pos kerja masing-masing, bertindak dengan gerakan nyata, karena batas terakhir bakal tiba.
Ramalan ini bukan mengajak untuk meyakini sesuatu yang belum pasti tapi sekedar informasi dan kewaspadaan. (tian43a)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar