Entri Populer

Rabu, 16 Februari 2011

FPI Serukan Gulingkan SBY





jakarta - beritatercepat
Front Pembela Islam (FPI) kembali mengancam menggulingkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ancaman itu disuarakan langsung oleh Ketua Umum FPI, Habib Rizieq Shihab, pada saat ceramah acara Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW, Senin malam, 14 Februari 2011.
Sebelumnya, ancaman serupa sempat dilontarkan oleh Ketua Bidang Advokasi FPI Munarman. Dia menyatakan akan 'mem-Ben Ali-kan' SBY. Ben Ali adalah Presiden Tunisia yang digulingkan oleh massa rakyat.
Rizieq memprotes instruksi presiden kepada aparat penegak hukum untuk tidak segan-segan membubarkan organisasi kemasyarakatan yang kerap melakukan aksi anarkis, dan terbukti melanggar hukum. Pernyataan itu dilontarkan Presiden pada peringatan Hari Pers Nasional, 9 Februari 2011 lalu.
"Andaikata ada ormas Islam yang dibubarkan SBY dengan cara-cara keji, dengan cara biadab, dengan cara curang, dengan cara kejam, maka saya akan ajak umat Islam di manapun berada: kita gulingkan SBY," ujar Rizieq. [Lihat video seruan itu di sini]
Rizieq juga mengatakan jika SBY menilai mereka yang menyerukan revolusi sama dengan makar, maka menurut dia dulu SBY juga berbuat makar terhadap pemerintahan Gus Dur. "SBY saat Gus Dur presiden, mengundurkan diri sebagai menteri, dan bergabung untuk menggulingkan Gus Dur. Berarti SBY melakukan makar," ujar Rizieq.
Pernyataan Rizieq itu ditanggapi datar oleh Partai Demokrat, partai pendukung SBY. Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, mungkin sebagai ancaman itu hal serius. “Tapi bagi saya bukan serius secara politik”, ujar Anas, usai menghadiri Dies Natalis ke-64 Himpunan Mahasiswa Islam, di Menara Bidakara, Selasa malam, 15 Februari 2011.
Anas menegaskan dalam tata negara ada aturan yang harus dipenuhi. "Gulingkan presiden bagaimana caranya itu?", dia balik bertanya. Salah satu aturan demokrasi yang harus dipenuhi, kata Anas, adalah sirkulasi kepemimpinan secara berkala melalui mekanisme pemilihan umum.
Itu sebabnya, Anas yakin, keinginan penggulingan Presiden itu tak disambut baik oleh rakyat. Dia menilai saat ini tak ada urgensinya menurunkan presiden, terlebih seruan dari FPI. "Tidak ada setrumnya itu," ujarnya datar.

Apakah seruan itu bisa digolongkan sebagai makar? Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Rudy Satriyo mengatakan, seruan FPI itu masih jauh dari definisi makar. "Itu hanya statemen, tidak sampai. Penggulingan kekuasaan harus ada senjata, massa. Masih jauh," ujar dia kepada timredaksi kami, Selasa 15 Februari 2011 malam.
Apa yang diucapkan FPI, baik Rizieq maupun Munarman, juga belum bisa diperkarakan. "Karena hal itu belum menimbulkan suatu akibat."
Rudy Satriyo menyarankan pemerintah berdialog, dengan memanggil FPI soal ancaman itu. "Panggil saja FPI. Yang juga perlu dicermati adalah, apa penyebab FPI mengeluarkan statemen itu, jangan hanya akibatnya saja," tambah Rudy.
Ketua DPD FPI Jakarta, Habib Salim Umar Alatas punya pandangan lain soal seruan penggulingan SBY oleh Habib Rizieq itu. Dia mengatakan apa yang diserukan Rizieq dan Munarman bukan berarti FPI ingin makar. "Bukannya makar, itu hanya memberikan teguran bagi pemerintah," kata dia saat dihubungi VIVAnews, Selasa 15 Februari 2011 malam.
Pernyataan Rizieq, dia menambahkan, terkait instruksi Presiden kepada aparat penegak hukum untuk tak segan-segan membubarkan organisasi kemasyarakatan yang kerap melakukan aksi anarkis, dan terbukti melanggar hukum.
Kata Salim, FPI akan membela ormas Islam manapun yang dibubarkan pemerintah. FPI juga tak mau dikait-kaitkan dengan dua insiden kekerasan terkait keyakinan di Pandeglang dan Temanggung. "Kapolri saja bilang ormas tak terlibat," kata dia.
Sikap FPI, tambah Salim, akan berbalik jika pemerintah membubarkan Ahmadiyah. "Kalau Ahmadiyah dibubarkan tak mungkin akan menggulingkan presiden," kata dia. "Kalau presiden keluarkan Kepres Ahmadiyah, FPI akan bela SBY jika ada yang ingin menggulingkan."
Sebelumnya, pernyataan FPI itu sempat ditanggapi oleh Presiden SBY. Dalam wawancara dengan stasiun televisi yang ada di Indonesia beberapa hari lalu, Presiden menegaskan, "Tidak semudah itu lantas Indonesia pasti akan menjadi Mesir. Termasuk yang mengancam saya, 'awas Indonesia kita Mesirkan!' Jangan ancam-mengancam lah. Kondisinya berbeda," ujar Presiden SBY. (tian43a)

Gara gara cuaca Dan berkabut Lion Air Tergelincir di Bandara Pekanbaru





Pekanbaru - berita tercepat
Pesawat Lion Air kembali tergelincir di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, Selasa (15/2) petang. Pesawat dengan kode penerbangan JT 0295 itu terbang dari Medan, Sumatra Utara. Insiden ini terjadi pukul 17.45 WIB dan seluruh penumpang dikabarkan selamat. Pihak Angkasa Pura II gagal mengevakuasi pesawat Lion Air Boeing 767 900 IR yang keluar pacu jalur di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, semalam. Roda pesawat yang ambles ke dalam tanah membuat pesawat tidak dimungkinkan ditarik ke landasan pacu untuk dibawa ke parkir. Evakuasi dilanjutkan Rabu pagi 16 Februari 2011.

Kepala Divisi Yan Operasional Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Joko Sudarianto, menjelaskan, evakuasi harus dilakukan dengan cara mengangkat pesawat. "Kalau ditarik nggak bisa, karena bannya terbenam. Jadi harus diangkat," ujarnya, Selasa 15 Februari 2011 malam. Sebelum pesawat berhasil dievakuasi, bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ditutup untuk sementara.

"Rencananya alat untuk mengangkat pesawat tersebut akan didatangkan dari Jakarta dengan menggunakan pesawat khusus," katanya.

Ia menjelaskan, pesawat keluar dari ujung paju jalur sekitar 50 meter. "Namun tidak ada terjadi kerusakan serius pada pesawat," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air dari Medan tujuan Pekanbaru yang membawa 213 penumpang tergelincir hingga keluar jalur sekitar pukul 17:55 WIB. Dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah pendaratan pesawat yang sudah terlanjur terbang dialihkan ke Medan dan Batam. Sementara untuk penerbangan keluar Pekanbaru terpaksa dibatalkan. Setidaknya tadi malam lima penerbangan tidak jadi berangkat

Posisi pesawat terpuruk di ujung area over run landas pacu. Posisi pesawat melintang serta tiga rodanya keluar jalur dan ambles ke tanah. Dugaan sementara, insiden tersebut terjadi akibat cuaca buruk saat pesawat mencoba mendarat.

Menurut Gunawan Sidabalok, penumpang pesawat, sebelum kejadian, cuaca sangat buruk karena turun hujan deras disertai petir. Namun, ia menyayangkan kru kabin Lion Air tidak memberi peringatan dan terkesan kurang tanggap untuk menenangkan penumpang yang panik. "Penumpang semuanya histeris karena pesawat miring seperti mau terpelintir dan berhenti tidak normal," kata Gunawan.

Akibat kejadian tersebut otoritas bandara menutup aktivitas penerbangan mengingat hingga kini pesawat belum juga dipindahkan dari landas pacu. Empat penerbangan terpaksa ditunda hingga batas waktu tak pasti dan menyebabkan ratusan penumpang menumpuk di ruang tunggu.

Kemarin malam, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan 0392 dari Jakarta juga tergelincir di Bandara Sultan Syarif Kasim II. Dugaan sementara, pesawat tergelincir akibat cuaca buruk. Sebab, hujan deras disertai angin kencang melanda Pekanbaru, pada saat insiden terjadi.Kabut asap akibat kebakaran hutan di Riau dan sebagian Labuhan Batu, Sumatra Utara, mulai mengganggu aktivitas warga. Selain itu, aktivitas penerbagan di Bandara Polonia, Medan, juga berpengaruh.

Dari pengamatan timredaksi kami , lampu di landasan pacu atau runway Bandara Polonia yang terletak di Kelurahan Titi Rantai, Medan Baru, terus dinyalakan sejak Senin kemarin hingga Selasa (15/2). Hal ini agar memudahkan pesawat untuk terbang dan mendarat.

Kabut asap yang menghiasi udara Kota Medan memang sangat pekat. Ini membuat pengguna Jalan Sisingamangaraja Kota Medan terganggu. Jarak pandang mereka semakin pendek. Untuk mengantsipasi hal tersebut, sejumlah pengendara mulai menyalakan lampu kendaraan untuk memecah kabut asap.

Berdasarkan data BMKG, hingga saat ini kebakaran hutan yang melanda Riau dan Sumut terus meluas. Bahkan jumlah titik api yang terdeteksi tercatat sudah mencapai puluhan. Pembukaan lahan baru dengan melakukan pembakaran diduga menjadi pemicu terus terulangnya kebakaran hutan (tian43a)




jakartra - beritatercepat
Meski tinggal terpisah dengan komunikasi yang terbatas, terhukum 3,5 tahun kasus video porno, Nazriel Irham atau Ariel tetap berkomitmen menjaga hubungan dengan Luna Maya . Hal itulah salah satu yang disampaikan Ariel pada timredaksi kami hari jumat saat menunggu persidangan .

"Sejauh ini kita tetap jalan, dan mudah-mudahan sampai nanti. Memang ada beberapa rencana kita yang mesti ditunda, jadi sebelum ini kita juga punya rencana sendiri. Kita berdua juga punya rencana, tapi ternyata harus ada masalah yang merintangi, dijalanin dulu. Ya mudah-mudahan apa yang kita rencanakan mungkin tetap berjalan lah," ungkap Ariel dengan ekspresi dan suara yang tenang.

Saat dipertegas soal rencana yang dimaksud di atas, Ariel tersenyum dan berusaha menahan bicaranya. "Ya rencana," tegasnya sambil tertawa seolah berat memberikan jawaban.

Anastasya pun mendesak, apakah rencana yang dimaksud mau menikah, Ariel pun mengiyakan. "Ya, kira-kira gitulah, ya tapi kan nggak perlu digembar-geborkan sebenarnya," tegasnya tanpa memberikan penjelasan lebih jauh.

Di akhir wawancara, Ariel pun diberikan kesempatan untuk menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Sahabat Peterpan yang telah membantu dan mensupport selama awal kasusnya ditangani hingga vonis pengadilan.

"Oh ya terima kasih Sahabat Peterpan, terus..bukan hanya Sahabat Peterpan saja ya, sejauh ini ada yang bela-belain juga datang ke sini dari jauh-jauh, dan banyak juga yang ngasih doa, banyak yang ngirim surat, suratnya terima kasih banyak. Buat keluarga terutama, apalagi doanya, dukungan moral. Terlalu banyak orang yang mesti saya kasih ucapan terima kasih. Saya bilang terima kasih buat semuanya yang pernah bersentuhan dengan saya terima kasih banyak," pungkasnya. (tian43a)

Senin, 14 Februari 2011

Diangkut Mobil Lapis Baja, Ba’asyir Protes







jakarta - beritatercepat
Abu Bakar Ba'asyir, terdakwa kasus terorisme, protes keras. Sebab, setiap akan menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dia selalu diangkut menggunakan kendaraan lapis baja jenis Barracuda.

Protes Ba’asyir ini disampaikan melalui Direktur Media Center Jemaah Ansharut Tauhid (JAT), Son Hadi, kepada wartawan menjelang sidang pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap Ba’asyir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Sidang diagendakan berlangsung pagi ini, Senin, 14 Februari 2011, pukul 09.00 WIB. Ba’asyir merupakan pimpinan JAT.

Menurut Son Hadi, penggunaan kendaraan lapis baja untuk antar jemput Ba’asyir terlalu berlebihan. Seharusnya, menurut dia, Ba'asyir cukup memakai mobil kejaksaan, mengingat pengasuh pesantren Al Mukmin Ngruki, Jawa Tengah ini berstatus tahanan kejaksaan.

"Ustad Abu nggak bakal lari kok," kata Son Hadi. “Makanya beliau protes keras.”

Son Hadi mengetahui kalau penggunaan kendaraan lapis baja itu demi terpenuhinya faktor keamanan. Meski demikian, dia tetap sulit memahami alasan penggunaan Barracuda itu. “Masalahnya, kendaraan itu (Barracuda) tinggi. Jadi, beliau kesusahan (menaikinya)," ujarnya. (tian43a)

Menggelandang di Saudi, 306 WNI Dipulangkan Proses ini bisa cukup lama







jakarta - beritatercepat
Pemerintah Indonesia hari ini memulangkan lebih dari 300 warga negara Indonesia (WNI) penghuni kolong jembatan di Jeddah, Arab Saudi. Kebanyakan dari mereka tersangkut masalah hukum karena izin tinggal sudah habis.
Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri, 306 WNI akan mendarat siang ini di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Mereka terdiri atas 241 tenaga kerja wanita (TKW), 27 anak-anak, dan 38 bayi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Kusuma Habir, mengatakan bahwa ini adalah langkah pertama untuk mengurangi jumlah WNI yang tinggal di kolong jembatan.
Kusuma tidak mengungkapkan berapa banyak WNI yang menggelandang di kolong jembatan. Namun, menurut dia, proses pemulangan seluruh WNI bisa memakan waktu cukup lama, karena mereka terus saja berdatangan ke kolong jembatan.

“Saat ini, kami sedang berkonsultasi dengan Kerajaan Arab Saudi untuk mendapatkan solusi yang tuntas mengenai permasalahan ini. Sementara ini, kami berusaha memulangkan mereka satu per satu,” ujar Kusuma saat dihubungi VIVAnews.com di Jakarta, Senin 14 Februari 2011 .

Solusi yang dimaksud, Kusuma menjelaskan, adalah upaya untuk menanggulangi dan mencegah para WNI kembali menghuni kolong jembatan di Arab Saudi. Gelombang kedua pemulangan WNI direncanakan pada Kamis, 17 Februari 2011.

Berdasarkan laporan dari Kemlu, para TKW tersebut adalah para overstayer atau yang telah habis izin tinggalnya di negara tersebut, namun tidak memperpanjangnya. Para TKI kebanyakan adalah para pelarian dari rumah majikannya karena beberapa hal, kemudian mereka sengaja berkumpul di kolong jembatan Jeddah untuk dipulangkan.

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang lari dari majikan antara lain disebabkan tidak betah bekerja karena alasan tidak cocok, beban kerja yang cukup berat, gaji tidak dibayar atau mendapat perlakuan yang tidak baik seperti pelecehan, penganiayaan dan lain sebagainya.

Sindikat kriminal juga berperan dalam mempengaruhi para TKI yang bekerja secara prosedural dengan mengiming-imingi gaji lebih besar. Mereka akhirnya berpindah majikan tanpa menyadari risiko status keimigrasian yang sangat merugikan TKI tersebut.
Para sindikat ini juga mengincar para eks jemaah umroh yang kemudian bekerja secara ilegal. “Di antara WNI yang overstayers tersebut, 20 persen merupakan eks jemaah umroh yang bekerja secara ilegal,” demikian pernyataan Kemlu. (tian43a)

Soal Pembubaran Ormas, FPI Ancam Presiden?







jakarta - beritatercepat
Instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar aparat penegak hukum tidak segan-segan membubarkan organisasi masyarakat yang melanggar hukum berbuntut panjang.

Pada saat peringatan Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2011, Presiden SBY menyatakan, "Kepada kelompok yang terbukti melanggar hukum, melakukan kekerasan, dan meresahkan masyarakat, kepada para penegak hukum agar dicarikan jalan yang sah dan legal, untuk, jika perlu, membubarkan."
Menanggapi pernyataan SBY itu, Kepala Bidang Advokasi yang sekaligus juga Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menegaskan bahwa akar permasalahan bukanlah karena keberadaan ormas melainkan sikap pemerintah terhadap jemaah Ahmadiyah yang melanggar undang-undang.

Munarman pun menegaskan jika isu pembubaran ormas terus dihembuskan Presiden, maka umat dan ormas Islam siap mem-Ben Ali-kan [Presiden Tunisia] Presiden. "Karena ternyata dia lebih memilih berada di pihak yang batil," tandasnya.
Menurut dia, insiden Cikeusik, Pandeglang, Banten, merupakan skenario Ahmadiyah untuk mengkambinghitamkan organisasi massa.

Presiden SBY pun menanggapi serius ancaman tersebut. Dalam wawancara dengan stasiun televisi SCTV, Presiden SBY menegaskan, "Tidak semudah itu lantas Indonesia pasti akan menjadi [seperti] Mesir. Termasuk yang mengancam saya, awas Indonesia kita Mesirkan! Jangan ancam-mengancam lah. Dan kondisinya berbeda."
Partai Demokrat pun bereaksi keras. "Negara tidak akan tunduk pada ancaman. Silakan polisi mengambil langkah hukum, baik preventif ataupun represif," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, saat dihubungi VIVAnews.com. "Kalau negara tunduk pada ormas, di mana wibawa negara?"

Anggota Komisi I DPR itu mengatakan, bila benar terbukti ada ancaman yang membahayakan negara dan masyarakat seperti tindakan subversif atau makar, maka polisi tidak boleh ragu menegakkan hukum. "Saya harap polisi tidak ragu-ragu. Jika ada perlawanan, polisi bisa minta bantuan kepada TNI, baik sektor teritorial maupun intelijen," ujar Ramadhan.

Menurutnya, apabila ancaman itu dinyatakan di depan publik secara terbuka, maka polisi jelas tidak bisa tinggal diam. Pembantu-pembantu Presiden seperti Kapolri, Menkumham, dan Mendagri juga harus bertindak cepat. "Jangan lemah dan tunduk terhadap ancaman. Ini bukan soal politik, tapi soal keamanan masyarakat," tandas Ramadhan.

Ia menambahkan, pernyataan SBY tentang perlunya pembubaran ormas anarkis, sebetulnya tidak berarti ada ormas tertentu yang serta-merta akan dibubarkan. Ramadhan mengatakan, untuk kepentingan masyarakat, UU memang membolehkan pembubaran ormas yang terus-menerus memproduksi kekerasan dan menciptakan ketidakaturan serta instabilitas. "Tapi untuk sampai ke pembubaran, harus dikaji lebih dalam lagi," tuturnya.

Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, mengatakan hal senada. Pernyataan Presiden soal kemungkinan pembubaran ormas yang melanggar hukum, hanya dilakukan untuk keadaan yang khusus bila fakta empiris telah tersedia.

"Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan di negeri ini, baik itu dilakukan oleh organisasi atau individu. Bila terdapat tindakan yang mengakibatkan munculnya disorder (kekacauan) dan kekerasan, maka di titik itulah pemerintah akan bertindak demi kepentingan masyarakat yang lebih luas. Tapi, tidak dengan serta-merta," jelas Julian.
Ia mengatakan, pembubaran ormas baru akan dilakukan apabila terdapat bukti dan fakta hukum yang telah diverifikasi bahwa ormas terkait memang melakukan tindakan yang melanggar hukum. "Bisa dihentikan atau dibubarkan, tapi harus ada alasannya."
Oleh karena itu, ia meminta ormas manapun untuk tidak merasa dikambinghitamkan dalam peristiwa kekerasan beruntun pekan lalu. "Presiden [dalam pernyataannya] tidak menunjuk pada satu organisasi, tapi siapapun dan apapun entitasnya," tegasnya lagi.

***

Mengenai pembubaran ormas, pemerintah sebenarnya sudah lama memiliki peraturan organik menjalankan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa. Peraturan Pemerintah ini juga mengatur pembekuan dan pembubaran organisasi massa.

Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kementerian Dalam Negeri, Mayor Jenderal (purnawirawan) Tanri Bali Lamo, menjelaskan kepada VIVAnews, bahwa ada PP Nomor 18 Tahun 1986 untuk menjalankan UU Ormas.

Tanri mengatakan, ormas-ormas itu memang dibina pemerintah. Ormas tingkat nasional dibina oleh Menteri Dalam Negeri, tingkat provinsi oleh Gubernur, kota oleh Walikota dan kabupaten oleh Bupati. "Kalau ormas mengganggu ketertiban umum, suku, ras, dan sebagainya memang dapat dibubarkan," katanya.

Aturan itu terdapat dalam pasal 18 PP tersebut. Namun, pembekuan atau pembubaran tidak bisa serta merta dilakukan. Tahap pertama, jika terjadi syarat untuk pembekuan atau pembubaran, Pemerintah mengeluarkan teguran dulu yang berlaku sampai 10 hari.

"Kalau masih tidak memperbaiki diri, nanti diberi teguran kedua yang juga 10 hari berlaku," katanya. "Kalau tidak berubah juga, dibekukan,"
Pembekuan itu didasarkan saran dari pihak terkait. Untuk Mendagri, minta pendapat Mahkamah Agung.(tian43a)

Jumat, 11 Februari 2011

PARA PEMIMPIN KRISTEN: Jutaan Umat Kristen Kecam Rencana Bakar Quran







jakarta - beritatercepat
Sebuah sekte kecil di Florida, Amerika Serikat merencanakan aksi kontroversial dan dianggap ngawur -- membakar Al Quran, kitab suci agama Islam, dalam peringatan tragedi 11 September.

Aksi itu mereka beri nama ‘international burn the Quran day' atau 'hari pembakaran Al Quran sedunia'.

Tak hanya umat muslim di dunia yang murka, para pemimpin umat Kristen, baik liberal maupun konservatif, juga mengecam rencana tersebut.

Pendeta, Dr Michael Kinnamon, sekretaris jenderal Dewan Gereja Amerika Serikat mengatakan, pihaknya kembali menegaskan sikap penentangan atas aksi itu. Kata dia, pernyataan ini mewakili jutaan warga AS yang menolak ekspresi anti-muslim yang ditunjukkan sekte itu.

Tindakan membakar Quran, tambah dia, adalah reaksi orang yang ketakutan sekaligus salah paham terhadap sifat sejati ajaran Islam yang damai.

"Kesalahpahaman dan bingung, juga ketidakmampuan untuk mencintai tetangga kita seperti yang dicontohkan Kristus, itu yang ditunjukkan sekte tersebut ketika melecehkan umat muslim dan merencanakan ‘international burn the Quran day'," kata dia, seperti dimuat situs CSmonitor, 6 September 2010.

"Tindakan penuh kebencian tersebut bukan kesaksian atas iman Kristiani," tegas Kinnamon.

Sikap senada juga ditunjukkan organisasi, National Association of Evangelicals yang berbasis di AS.

"Rencana itu...untuk membakar Al Quran pada 11 September menunjukkan sikap tidak hormat kepada tetangga muslim dan justru akan meningkatkan ketegangan antara umat Kristen dan Islam di seluruh dunia," kata organisasi itu dalam pernyataannya. "Kami menuntut rencana pembakaran itu dibatalkan."

Sementara, pendeta senior di Orlando, Florida mengatakan tindakan itu hanya akan memicu masalah.

Melawan terorisme, kata dia, bukan dengan mengobarkan kemarahan. "Melawan api dengan api hanya akan mengobarkannya. Cinta adalah air yang akan memadamkan kehancuran."

Sementara, umat muslim dunia telah bergerak, menentang dan memprotes rencana pembakaran Al Quran.

Senin lalu, ratusan warga Afghanistan berkumpul di ibukota Kabul untuk mengecam pembakaran Al Qur'an. Mereka berteriak, "Hidup Islam" dan "Matilah Amerika".

Aksi protes juga terjadi di Indonesia -- negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Salah satunya pada Sabtu, 4 September 2010 oleh ratusan orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Sulawesi Selatan.

"Kami memiliki misi untuk menyelamatkan Alquran. Jika Al Quran ini betul-betul dibakar, maka kami akan marah besar," tegas Hasanuddin Rasyid, sambil mengacungkan Alquran ke udara, diiringi teriakan takbir berkali-kali.

HTI mendesak Pemerintah AS, umat Kristen termasuk di Indonesia untuk menggagalkan rencana itu. Jika pembakaran dilakukan, itu akan memancing umat Islam untuk bereaksi dan marah.
Protes juga disampaikan pemeluk agama berbeda di Indonesia. Mereka minta, pemerintah AS bertindak tegas untuk menghentikannya.

Sementara, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta umat Islam di Indonesia tidak terprovokasi dengan gerakan itu.

MUI menegaskan, tidak akan mengeluarkan fatwa atau kecaman. Sebab, ekspresi kemarahan sekelompok kecil orang. MUI menyerukan perlawanan atas aksi itu dilakukan secara damai. (tian43a)