Entri Populer

Jumat, 11 Februari 2011

Baru permulaan Dan gencar - gencarnya Saham GARUDA jatuh , apa kata mereka di balik kepemilikan


Harga saham maskapai pelat merah itu terkoreksi Rp100 (13,33 persen) ke posisi Rp650.


jakarta - beritatercepat
Meski terkoreksi hingga penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat 11 Februari 2011, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar, optimistis harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih berpeluang menguat.

Pada akhir perdagangan sesi pagi hari ini, harga saham Garuda melemah Rp110 (14,66 persen) ke posisi Rp640. Volume transaksi tercatat sebanyak 934,7 ribu lot senilai Rp291,23 miliar dengan frekuensi 7.656 kali.

Sepanjang transaksi sesi pertama, harga saham maskapai pelat merah itu diperdagangkan di level terendah Rp580 dan tertinggi Rp700 per unit.

Mustafa mengatakan, penurunan harga saham Garuda karena kondisi pasar saham yang cenderung fluktuatif. "Ini hal yang biasa," kata dia di sela pencatatan saham perdana (listing) saham Garuda di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hingga akhir perdagangan sesi pertama, broker yang mencatatkan penjualan saham terbanyak adalah PT Mandiri Sekuritas (121.850 lot), PT DBS Vickers Securities Indonesia melepas 60 ribu lot, PT Samuel Sekuritas Indonesia (55,08 ribu lot), PT Danareksa Sekuritas (50,09 ribu lot), dan PT Reliance Securities Tbk (49,75 ribu lot).

Garuda Indonesia hari ini mencatatkan sahamnya di papan utama BEI. Maskapai pelat merah itu akan mencatatkan sebanyak 22,6 miliar saham dengan harga penawaran Rp750 per unit.

Garuda dalam proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) menawarkan 6,33 miliar saham atau sebesar 27,98 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum.

Porsi Garuda 4,4 miliar saham, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk yang memiliki saham di Garuda sebanyak 1,93 miliar unit. Dari pelepasan saham Garuda tersebut, total dana yang dapat diraup sekitar Rp4,75 triliun.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi atau joint lead underwriter adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas. Ketiga penjamin pelaksana emisi itu telah menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) untuk membeli sisa saham Garuda yang ditawarkan dan tidak habis terjual.

Namun, dalam proses IPO, hanya sekitar 52,5 persen dari saham yang ditawarkan terserap pasar. Sementara itu, sisanya sekitar 47,5 persen harus diserap penjamin pelaksana emisi.Hingga pukul 10.40 WIB pada perdagangan perdana hari ini, harga saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih tergelincir ke teritori negatif. Harga saham maskapai pelat merah itu terkoreksi Rp100 (13,33 persen) ke posisi Rp650.

Volume transaksi tercatat sebanyak 858.630 lot senilai Rp266,86 miliar dengan frekuensi 7.010 kali. Saham dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp14,7 triliun tersebut sempat ditransaksikan pada level terendah Rp580 dan tertinggi Rp700 per unit.

Berdasarkan data transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.45 WIB, broker PT Mandiri Sekuritas tercatat menjual saham Garuda paling banyak, yakni mencapai 121,24 ribu lot.

Selanjutnya, PT DBS Vickers Securities Indonesia melepas 60 ribu lot, PT Reliance Securities (49,35 ribu lot), PT Danareksa Sekuritas (48,46 ribu lot), PT OSK Nusadana Securities (42,61 ribu lot), dan PT Bahana Securities menjual 30,34 ribu lot.
Namun, selama transaksi, Danareksa dan Reliance juga kembali melakukan pembelian masing-masing sebanyak 66,6 ribu lot dan 38,3 ribu lot.
Terkait penjualan saham Garuda tersebut, Direktur Mandiri Sekuritas, Iman Rachman, belum dapat memberikan penjelasan. "Bisa telepon lagi, saya masih di tengah acara," kata Iman kepada VIVAnews.com di Jakarta, Jumat 11 Februari 2011.

Garuda Indonesia hari ini mencatatkan sahamnya (listing) di papan utama BEI. Maskapai pelat merah itu mencatatkan sebanyak 22,6 miliar saham dengan harga penawaran Rp750 per unit.

Garuda dalam proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) menawarkan 6,33 miliar saham atau sebesar 27,98 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum.

Porsi Garuda 4,4 miliar saham, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk yang memiliki saham di Garuda sebanyak 1,93 miliar unit. Dari pelepasan saham Garuda tersebut, total dana yang dapat diraup sekitar Rp4,75 triliun.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi atau joint lead underwriter adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas. Ketiga penjamin pelaksana emisi itu telah menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) untuk membeli sisa saham Garuda yang ditawarkan dan tidak habis terjual.

Namun, dalam proses IPO, hanya sekitar 52,5 persen atau 3,32 miliar saham yang terserap pasar. Sementara itu, sisanya sekitar 47,5 persen atau 3,008 miliar saham harus diserap penjamin pelaksana emisi.

Berdasarkan data prospektus IPO saham Garuda, masing-masing underwriter itu memiliki porsi penjaminan sebanyak 1,74 miliar saham senilai Rp1,3 triliun atau sekitar 27,49 persen.

Paska IPO, komposisi kepemilikan saham Garuda adalah pemerintah Republik Indonesia sebesar 69,14 persen, PT Angkasa Pura II (1,78 persen), PT Angkasa Pura I (1,1 persen), dan publik (27,98 persen).

Per 30 September 2010, total pendapatan perseroan mencapai Rp12,6 triliun. Laba bersih terbukukan Rp194,8 miliar dengan total aset senilai Rp14,22 triliun.

Garuda Indonesia adalah emiten ketiga yang mencatatkan sahamnya di BEI sejak awal tahun ini. Sebelumnya, dua emiten yang telah listing di bursa efek pada Januari 2011 adalah PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) dan PT Martina Berto.Penjamin emisi PT Garuda Indonesia Tbk mengambil sisa saham yang tak terjual dalam penawaran umum perdana (IPO). Nilainya pun tak tanggung-tanggung, Rp2,25 triliun.

Dalam data di Bursa Efek Indonesia, saham yang diambil penjamin emisi mencapai 3,008 miliar saham, atau sekitar 47,5 persen dari saham yang ditawarkan. Dalam IPO ini, Garuda menawarkan 6,33 miliar saham dengan nilai Rp750. "Saham yang berhasil dipesan publik hanya 3,327 miliar," tulis data itu.

Apakah saham Garuda tak laku? Direktur Utama Danareksa Sekuritas Marciano Herman membantah. Menurut dia, ini sudah menjadi tugas penjamin emisi, yaitu membeli saham yang tak terjual. "Dan kami melihat prospek Garuda sangat bagus," katanya di Jakarta, Jumat 11 Februari 2011. "Kami hanya melaksanakan tugas, menyerap saham yang tak laku."

Mengenai harga saham yang turun saat perdagangan perdana, Marciano mengaku tak bisa memengaruhi pasar sekunder. "Semua dipengaruhi sentimen dan likuiditas," katanya.

Harga saham berkode GIAA ini jatuh pada perdagangan perdana. Pada menit awal, harga saham dibuka langsung turun 50 poin (-6,67 persen) menjadi Rp700 dari harga penawaran. Bahkan harga Garuda terus turun hingga Rp620 pada 3 menit pembukaan.

Berdasarkan data prospektus IPO saham Garuda, masing-masing underwriter itu memiliki porsi penjaminan sebanyak 1,74 miliar saham senilai Rp1,3 triliun atau sekitar 27,49 persen.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi atau joint lead underwriter adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas.

Pasca IPO, komposisi kepemilikan saham Garuda adalah pemerintah 69,14 persen, PT Angkasa Pura II (1,78 persen), PT Angkasa Pura I (1,1 persen), dan publik (27,98 persen).Harga saham PT Garuda Indonesia Tbk jatuh pada perdagangan perdananya. Di menit awal, harga saham Garuda dibuka langsung turun 50 poin menjadi Rp700 atau turun 6,6 persen dari harga penawaran Rp750.

Pantauan VIVAnews, Jumat 11 Februari 2011, harga Garuda terus turun hingga mencapai Rp620 sesudah 3 menit pembukaan.

Maskapai pelat merah itu akan mencatatkan sebanyak 22,6 miliar saham dengan harga penawaran Rp750 per unit. Garuda dalam proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) menawarkan 6,33 miliar saham atau sebesar 27,98 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran umum.

Porsi Garuda 4,4 miliar saham, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk yang memiliki saham di Garuda sebanyak 1,93 miliar unit. Dari pelepasan saham Garuda tersebut, total dana yang dapat diraup sekitar Rp4,75 triliun.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi atau joint lead underwriter adalah PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa Sekuritas. Ketiga penjamin pelaksana emisi itu telah menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) untuk membeli sisa saham Garuda yang ditawarkan dan tidak habis terjual.

Berdasarkan data prospektus IPO saham Garuda, masing-masing underwriter itu memiliki porsi penjaminan sebanyak 1,74 miliar saham senilai Rp1,3 triliun atau sekitar 27,49 persen.

Paska IPO, komposisi kepemilikan saham Garuda adalah pemerintah Republik Indonesia sebesar 69,14 persen, PT Angkasa Pura II (1,78 persen), PT Angkasa Pura I (1,1 persen), dan publik (27,98 persen).

Dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan serta ekspansi bisnis. Garuda berencana mendatangkan sebanyak 11 pesawat jenis Boeing 737-800 dan satu unit pesawat Airbus 2230 pada 2011. (tian43a)

Ormas makin merajalela di Indonesia , apakah tetap dipertahankan dengan alasan ke Agamaan







jakarta - beritatercepat-
Pemerintah sebenarnya sudah lama memiliki peraturan organik menjalankan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Organisasi Massa. Peraturan Pemerintah ini juga mengatur pembekuan dan pembubaran organisasi massa.

Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kementerian Dalam Negeri, Mayor Jenderal (purnawirawan) Tanri Bali Lamo, menjelaskan kepada VIVAnews, bahwa ada PP Nomor 18 Tahun 1986 untuk menjalankan UU Ormas.

Tanri mengatakan, ormas-ormas itu memang dibina pemerintah. Ormas tingkat nasional dibina oleh Menteri Dalam Negeri, tingkat provinsi oleh Gubernur, kota oleh Walikota dan kabupaten oleh Bupati. "Kalau ormas mengganggu ketertiban umum, suku, ras, dan sebagainya memang dapat dibubarkan," katanya.
Aturan itu terdapat dalam pasal 18 PP tersebut. Namun, pembekuan atau pembubaran tidak bisa serta merta dilakukan. Tahap pertama, jika terjadi syarat untuk pembekuan atau pembubaran, Pemerintah mengeluarkan teguran dulu yang berlaku sampai 10 hari.

"Kalau masih tidak memperbaiki diri, nanti diberi teguran kedua yang juga 10 hari berlaku," katanya. "Kalau tidak berubah juga, dibekukan," katanya.

Pembekuan itu didasarkan saran dari pihak terkait. Untuk Mendagri, minta pendapat Mahkamah Agung.

Karena itu, kata Tanri, Menteri Dalam Negeri dalam memberi teguran harus ada bukti kerusuhan dilakukan organisasi tersebut. Kalau tindakan orang perorang, dilakukan penindakan oleh penegak hukum.

"Jadi memang benar apa yang disampaikan Presiden," kata Tanri, "bahwa ormas bisa dibubarkan."

Berikut isi aturan Tata Cara Pembekuan dan Pembubaran:
Pasal 18:
(1) Organisasi kemasyarakatan yang melakukan kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum, dan/atau menerima bantuan pihak asing tanpa persetujuan Pemerintah Pusat dan/atau memberi bantuan kepada pihak asing yang merugikan kepentingan bangsa dan negara, dapat dibekukan kepengurusannya.

(2) Pembekuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah sesuai dengan ruang lingkup keberadaan organisasi yang bersangkutan.

Pasal 19
Kegiatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, meliputi :
a.menyebarluaskan permusuhan antar suku, agama, ras, dan antar golongan;
b. memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa;
c.merongrong kewibawaan dan/atau mendiskreditkan Pemerintah;
d.menghambat pelaksanaan program pembangunan;
e.kegiatan lain yang dapat mengganggu stabilitas politik dan keamanan.

Pasal 20
Bantuan dari pihak asing yang harus mendapat persetujuan Pemerintah Pusat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, meliputi bantuan :
a.keuangan;
b.peralatan;
c.tenaga;
d.fasilitas.
demikian dapat kami simpulkan dari sumber yang kami dapat (tian43a)

Aksi bringas yang tidak prikemanusiaan akibat dipanasin oleh seorang dibalik layar














jakarta -beritatercepat
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menemukan indikasi kejanggalan dalam kasus kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang. Diantaranya, Komnas HAM menduga kepolisian sudah mengetahui jumlah warga yang akan menyerang jemaah.
"Kami hormati Komnas HAM yang melakukan penyelidikan kasus ini. Tapi, kepolisian itu sudah mengantisipasi bentrok sejak Kamis dan Jumat," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar saat dihubungi, Jumat 11 Februari 2011. "Bentroknya kan terjadi Minggu."
Kepolisian, kata dia, sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah bentrokan terjadi. Antara lain, kepolisian sudah berdialog dengan jemaah Ahmadiyah yang bertahan di sebuah rumah sebelum diserang. Namun, saat itu, jemaah menolak untuk dievakuasi.

Selain itu, sambungnya, kepolisian pun melakukan pemeriksaan internal untuk mengantisipasi ada pelanggaran prosedur yang dilakukan petugas di lapangan. "Biarkan Komnas bekerja, juga biarkan kami bekerja," kata dia. Sejauh ini, kata Boy, proses pemeriksaan aparat di Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum).

Komnas HAM berencana meminta keterangan kepolisian? "Kepolisian yang mana. Sudah kami katakan, kami pun melakukan pemeriksaan internal. Biarkan kami bekerja. Kami tetap menghargai kerja Komnas," kata dia.

Sebelumnya, Boy juga menjelaskan mengapa tak cukup banyak petugas polisi di TKP saat kejadian. "Mendatangkan aparat dalam jumlah besar tak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Masalah utamanya, lokasi kejadian jauh dari pusat kota.Arif, perekam serangan jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu 6 Februari 2011 lalu merupakan jemaah Ahmadiyah. Tetapi, mengapa selama merekam gambar Arif tidak turut diserang massa?

"Katanya dia mengaku wartawan," kata Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ridha Saleh, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Jumat 11 Februari 2011.

Karena mengaku wartawan itulah, kata Ridha, Arif tidak menjadi sasaran massa yang mengamuk. Padahal, massa yang beringas itu menyerang jemaah Ahmadiyah di dalam rumah.

Rencananya, sekitar pukul 10 pagi ini, Arif akan memberikan testimoni di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat. Arif akan sedikit memberikan penjelasan tentang kegiatan perekaman itu.

Usai memberikan testimoni di Komnas HAM, rencananya Arif akan memberikan keterangan kepada polisi. Komnas HAM sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri agar Arif membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Gambar yang dihasilkan dalam video memperlihatkan jelas kejadian sebelum penyerangan sampai aksi massa berakhir. Arif, si pengambil gambar terlihat leluasa merekam peristiwa itu dari berbagai sudut. Bahkan, di tengah kondisi yang sangat berbahaya itu, Arif berada dalam kondisi aman. Perekam video penyerangan jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu 6 Februari 2011 lalu, akhirnya diketahui. Rencananya, pagi ini, si perekam video akan sedikit memberikan penjelasan di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Rencananya nanti sekitar pukul 10.00 dia akan memberikan penjelasan," kata Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Jumat 11 Februari 2011.

Siapa si perekam yang sempat dicari-cari polisi itu? "Namanya Arif. Dia memang mengaku merekam," kata Ridha. Arif, kata Ridha, merupakan anggota jemaah Ahmadiyah. Arif akan memberikan keterangan di Komnas HAM atas kegiatan perekaman gambar yang dilakukan.

Komnas HAM sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri tentang kegiatan Arif yang merekam gambar penyerangan. Usai menggelar keterangan pers di Komnas HAM, Arif akan memberikan keterangan di Mabes Polri.

"Kami meminta Mabes Polri agar Arif dapat di-BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Tetapi, kami meminta Mabes Polri untuk menjemput Arif," ujar Ridha.

Dalam video itu terlihat, si pengambil gambar terlihat leluasa merekam peristiwa itu dari berbagai sudut. Bahkan, di tengah kondisi yang sangat berbahaya itu, si perekam berada dalam kondisi aman. Si perekam juga sudah berada di lokasi saat serangan itu berlangsung.

Soal video itu, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam mengatakan belum diketahui siapa pengambil dan pengunggahnya ke Internet. Dan polisi juga tidak akan memeriksa si pengunggah video itu ke internet,

"Ya tidaklah, nanti dia tidak mau upload lagi, dong," kata Anton di Mabes Polri, Kamis, 10 Februari 2011. Video itu digunakan polisi untuk menemukan pelaku kerusuhan lainnya. "Iya itu jadi bahan masukan Irwasum dan Bareskrim,"(tian43a)

Banyak Wajib Pajak Besar Belum Bayar Benar Penerimaan pajak sebetulnya


Penerimaan pajak sebetulnya masih beberapa persen dari potensi wajib pajak yang ada.

jakarta - beritatercepat
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengaku masih banyak wajib pajak besar yang hingga saat ini belum sepenuhnya membayar pajak sesuai dengan kewajibannya.

"Kami melihat, banyak kok wajib pajak besar yang belum sepenuhnya bayar pajak," ujar Dirjen Pajak Kemenkeu Fuad Rahmany di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis 10 Februari 2011.

Menurut Fuad, ada sejumlah faktor belum sesuainya penerimaan dari para wajib pajak besar. Di antaranya, dipicu kapasitas dari aparat pajak yang belum maksimal dalam kemampuannya mencari dan mengidentifikasi transaksi yang dikenakan pajak.

"Itu semua yang kami bangun, tidak ada hubungan dengan kasus, tapi kapasitas yang selama ini sudah dibangun sebetulnya tinggal kami tingkatkan saja," katanya.

Fuad mengakui penerimaan pajak yang selama ini diterima pemerintah hingga ratusan triliun rupiah sebetulnya masih beberapa persen saja dari potensi wajib pajak yang ada.

Untuk itu, Mantan Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappeman-LK) ini bakal memfokuskan penerimaan negara dari pajak dengan mengejar wajib pajak yang belum terjaring maupun belum membayar pajak sesuai kewajibannya dengan meningkatkan ekstensifikasi pajak sembari tetap melakukan intensifikasi dalam tubuh Ditjen Pajak.

"Pajak yang belum tergali, baik ekstensifikasi maupun intensifikasi tapi fokusnya lebih banyak di ektensifikasi karena masih banyak wajib pajak yang belum bayar pajak sepenuhnya," kata Fuad seraya mengatakan dirinya akan memperbaiki cara kerja aparat Ditjen Pajak serta metode dalam membuat profiling dan benchmarking.

Langkah-langkah tersebut, Fuad menambahkan, diharapkan bisa meningkatkan penerimaan pajak, sekaligus perbaikan sistem sehingga tidak ada lagi kasus-kasus pajak seperti Gayus H Tambunan.

Dengan pengalamannya sebagai wasit bursa, ia juga tidak menutup kemungkinan menjalin kerja sama dengan PT Burse Efek Indonesia untuk menggali potensi pajak dari wajib pajak. (tian43a)

Bentuk Tim Khusus masalah Gayus Tambunan







jakarta - beritatercepat
Kementerian Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), bersama-sama akan membentuk tim independen guna mengusut tuntas 151 berkas wajib pajak yang diduga terkait kasus Gayus Tambunan.
"Lagi disiapkan timnya," kata Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan, Sonny Loho, di Jakarta, Kamis 10 Februari 2011.

Menurut Sonny, tim independen tersebut khusus dibentuk untuk mengusut wajib pajak yang kemungkinan terkait dengan kasus Gayus. Sebelumnya Kementerian Keuangan telah menyerahkan 151 dokumen wajib pajak yang diminta kepolisian.

Kementerian Keuangan berharap dengan pelibatan instansi di luar Kementerian, seperti KPK dan BPKP, diharapkan bisa menunjukkan bahwa pihaknya tidak melakukan upaya proteksi terhadap pengungkapan kasus itu.

Sonny berharap dengan pembentukan tim independen, akan terlihat wajib pajak mana yang terbukti bekerja sama dengan Gayus untuk 'mengelabui' laporan pajak. Tim juga diharapkan bisa membuktikan bila ada wajib pajak yang tidak bersalah.

Dalam kapasitasnya, tim dari Kementerian Keuangan akan bertugas mengaudit akuntansi serta melihat dari sisi perpajakan. "Kami ingin memeriksa jangan sampai orang yang tidak salah kena, yang salah malah tidak kena," katanya (tian43a)

Garuda sudah jauh lebih sehat dan siap berkompetisi di level internasional.


Masuk Bursa, Garuda Makin Melaju



jakarta - berita tercepat
PT Garuda Indonesia menapaki sejarah baru. Perusahaan maskapai penerbangan terbesar di Indonesia ini mewujudkan rencana besarnya, melantai di Bursa Efek Indonesia.

Selama tujuh hari, pada 2-8 Februari 2011, Garuda akan menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 6,4 miliar lembar saham atau 26.7 persen kepada publik. Pada 11 Februari 2011, saham Garuda mulai diperdagangkan atau dicatatkan di bursa efek Indonesia.

Ini adalah salah satu langkah besar dari maskapai milik negara tersebut setelah melalui proses restrukturisasi panjang dan melelahkan selama lebih dari sepuluh tahun silam. Langkah besar yang telah membalikkan situasi yang terjadi pada 1998 lalu. Saat itu, Garuda sudah berada di ujung tanduk, nyaris bangkrut, modalnya minus, utang menumpuk, karyawan resah, pilot hengkang dan tak ada cerita beli pesawat baru.

Sekarang, Garuda sudah menapaki era baru. Garuda sudah jauh lebih sehat dan siap melaju menjadi perusahaan penerbangan yang bersaing di level internasional.
Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar, mengatakan Garuda yang merupakan national flag carrier, telah berhasil melakukan turn around dan kini menjadi perusahaan yang punya prospek bisnis di masa mendatang.

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, Indonesia merupakan pasar penting bagi industri penerbangan," kata Emir.

Dia mengingatkan potensi pasar domestik yang sangat potensial mengalami pertumbuhan rata–rata sebesar 15-20 persen setiap tahunnya. Selain itu, Indonesia memiliki 240 juta penduduk dengan pendapatan perkapita yang terus meningkat dan didukung pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Emir menjelaskan sudah banyak kemajuan yang diperoleh Garuda dalam satu dekade terakhir. Dari sisi finansial, sebagai maskapai kebanggaan nasional, BUMN ini telah sukses menyelesaikan restrukturisasi utang selangit, mencapai US$868 juta.

Bahkan, sejak 2005, Garuda berhasil menurunkan jumlah utang secara signifikan menjadi US$464 juta pada November 2010. Utang berhasil diturunkan melalui pembayaran cicilan, pembelian kembali (debt buy back) dan proses konversi (equity conversion).

Bagian terakhir dari sisa utang sebesar US$464 juta, senilai US$277 juta telah diteken restrukturisasinya pada 17 Desember 2010 di London dan direstrukturisasi hingga tahun 2016. Utang tersebut digunakan untuk membiayai pembelian 6 pesawat A 330-300 pada tahun 1996.

Yang lebih penting lagi, Garuda bukan sekedar sukses menyelesaikan utang. Kini, Garuda telah mengubah image sebagai perusahaan negara yang terus merugi dan menggerogoti negara berganti menjadi perusahaan yang menguntungkan.

Jika pada 2004, Garuda pernah rugi sampai Rp811 miliar, empat tahun kemudian Garuda sudah berhasil meraup laba Rp669 miliar pada 2008. Bahkan, pada saat krisis finansial global belum pulih pada 2009, Garuda berhasil membukukan keuntungan hingga Rp1 triliun. Tak mengherankan jika tiga tahun berturut-turut belakangan ini, Garuda terus menerus meraih keuntungan.

Dari sisi pelayanan, Garuda kini merupakan full service airline dan maskapai penerbangan satu satunya di Indonesia yang memiliki kategori layanan berbintang empat dari “SkyTrax.”

Dari sisi keamanan atau keselamatan penerbangan, Garuda merupakan perusahaan penerbangan bersertifikat “IOSA (International Air Transport Association/IATA Safety Audit)”, dan dianugerahi gelar “The World’s Most Improved Airlines” dari SkyTrax - Inggris dan award “ Turn Around of The Year” dari “Center for Asia Pacific Aviation” (CAPA) - Australia.

Yang tidak luput dari perhatian penumpang adalah soal ketepatan penerbangan. Dalam soal ini, ketepatan waktu penerbangan (on time performance), maskapai yang rutin mengangkut jamaah haji Indonesia ini telah mencapai 85 persen, di atas standard industri di kawasan Asia Pasifik.

Di masa mendatang, Garuda bakal terus melaju. Kini, manajemen sudah menyiapkan konsep pengembangan hingga 2015 dengan nama Quantum Leap yang merumuskan adanya revitalisasi armada.

Rencananya, manajemen akan menambah armada menjadi 153 pesawat pada 2015. Garuda juga akan mengembangkan rute domestik menjadi 2 kali lipat dan internasional menjadi 3 kali lipat pada tahun 2013.

Untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan, Garuda telah mempersiapkan sumber daya manusia menjadi karyawan yang efisien dan efektif, budaya perusahaan yang positif dengan menerapkan system meritokrasi.

Dengan sistem ini, penghargaan kepada karyawan akan dikaitkan dengan kinerja dan kontribusi karyawan kepada perusahaan. Mereka yang menunjukkan produktivitas tinggi dan memberi kontribusi positif, akan mendapatkan penghargaan lebih besar dan begitu juga sebaliknya.
Garuda juga memberi kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya, dan perusahaan memberikan apresiasi dan remunerasi sesuai kontribusinya.

Saham Diminati

Dengan prospek bisnis dan jaringan yang cukup luas tersebut, tidak mengherankan jika penjualan saham perdana Garuda mengundang minat investor, termasuk para investor retail. Sebut saja misalnya salah satu anggota Frequent Flyers Garuda Indonesia, Roy Iskandar, yang hadir dalam ”Investor Gathering”, menyatakan sangat berminat untuk membeli saham Garuda.

“Sebab, Garuda telah berhasil melakukan turn around dan sesuai program bisnis yang disiapkan sehingga prospek bisnisnya cukup baik,” katanya.
Roy hanyalah satu dari 435 ribu anggota Garuda Frequent Flyer. Direktur Utama Smilling Tour, Anthony Akili, yang menjadi mitra Garuda juga tertarik untuk membeli saham Garuda karena dalam beberapa tahun terakhir maskapai ini menunjukkan perkembangan signifikan. "Kemajuan Garuda ke depan juga akan berarti bagi kemajuan Smilling Tour, yang merupakan salah satu mitra usaha Garuda."

Bukan hanya investor retail yang tertarik. Sejumlah Dana Pensiun dan Asuransi juga menyatakan minatnya untuk membeli saham Garuda. Mereka menilai dengan harga Rp750 per unit dan kondisi bursa saham yang sedang melemah justru menjadi kesempatan emas bagi investor untuk membeli saham ini. Namun, investor institusi tersebut umumnya memang membeli untuk investasi jangka panjang karena melihat prospek Garuda yang bagus di masa mendatang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga, menyampaikan bahwa Jamsostek akan membeli saham Garuda karena disamping merupakan bentuk sinergi di antara sesama BUMN, Garuda memiliki prospek bisnis ke depan yang baik.

Jamsostek meyakini bahwa Garuda berprospek sangat positif dan rencananya akan mengambil secara maksimal saham yang akan dilepas melalui IPO.

Namun, ketentuan internal yang berlaku dalam investasi membatasi Jamsostek hanya dapat mengambil 5 persen dari free float [saham yang diperdagangkan] atau diperkirakan berkisar pada Rp250 -300 miliar. "Padahal di atas kertas kami merencanakan akan ambil lebih dari nilai tersebut."

Sebagai investor institusi yang memiliki profesionalisme serta berorientasi jangka panjang, menurut Hotbonar, Jamsostek akan menahan saham Garuda dalam jangka waktu minimal 2 - 3 tahun, bahkan lebih. Dia melanjutkan, sebagai investor yang berkualitas, Jamsostek sama sekali tidak punya motif profit taking, dan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian sesuai PP no. 22 thn 2004 yang mengatur investasi Jamsostek.

Rencananya, Garuda akan menggunakan dana yang didapat dari hasil penjualan saham perdana ini untuk mendukung pelaksanaan program pengembangan perusahaan dan ekspansi bisnis ke depan. (tian43a)

Kamis, 10 Februari 2011

Mubarak Menghitung Hari


Terlalu lama berkuasa, membuat pengaruh Mubarak berkarat. Dulu dipuji, sekarang dihujat.

medan - beritatercepat
Mereka menyebut hari itu sebagai “Hari Hengkang”. Pada Jumat 4 Februari 2011, ratusan ribu warga Mesir tumpah di Lapangan Tahrir. Itu adalah hari kesepuluh massa menduduki alun-alun jembar di jantung kota Kairo itu.

Persis tengah hari, setelah salat Jumat, ratusan ribu suara berteriak kembali menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak turun. Orang-orang mengalir di Lapangan Tahrir, menjadikan tempat itu bak titik yang menyerap gelombang raksasa massa. Begitu salat usai, teriakan khas “Irhal (hengkang)” kembali bergema. “Tak ada negosiasi, sebelum dia hengkang”, massa berteriak.
Seorang alim, berjubah putih, berpidato lewat pengeras suara. Dia Mohamad Salim Al-Awwa, pemimpin salat Jumat di Lapangan Tahrir itu. “Berpuluh tahun kita bermimpi tentang lautan massa datang ke sini untuk berbicara,” ujar ulama moderat itu seperti dilaporkan oleh Time.com, Jumat 4 Februari. “Saya minta kalian semua kuat, tetap di sini sampai jalan keluar itu ada,” ujarnya. Massa menyambutnya dengan teriakan histeris.

Mesir kini seperti terkena radang. Suhu politik meningkat tajam. Tapi Mubarak tetap keras kepala. Sehari sebelumnya dia menolak mundur. Setidaknya sampai September, begitu kata Mubarak. Maksudnya, bulan itu sesuai jatuh tempo Pemilu bagi Mesir. Untuk menghibur massa, Mubarak menyatakan dia sudah muak untuk berkuasa lagi.

Saat tampil di televisi pekan lalu, lelaki 82 tahun tampak lesu. Tapi matanya masih tajam memandang kamera. Di luar, setelah pidato “keras kepala” itu kelar, para pendukungnya bergerak. Ada yang menenteng senjata tajam, batu dan tongkat besi. Bentrokan pun pecah, antara pro dan anti sang presiden, Kamis 3 Februari.
Untunglah, pada esoknya militer menggelar razia. Setiap orang yang hendak ke Lapangan Tahrir digeledah. Senjata, batu, dan bom molotov dilarang.

Hanya dalam dua pekan, kehormatan Hosni Mubarak digugat rakyat. Dia mendadak menjadi orang paling dibenci di Mesir. Tapi hingga dua pekan demontrasi mengguncang Kairo, dan kota lain di Mesir, Mubarak seperti tak hendak beranjak.
Dunia mungkin melihat seorang penguasa yang pongah. Tapi Mubarak bukanlah penguasa tak bertaji. Dia bekas pilot pesawat tempur, dengan ketenangan yang sangat mengagumkan. Berkuasa lebih dari 30 tahun, tentu memberinya banyak pelajaran penting.
Diberondong peluru

Mubarak melewati sejumlah tikungan, sebelum dia bisa bertahan lebih dari tiga dekade. Awalnya, dia disukai presiden Mesir sebelumnya, Anwar Sadat. Sukses menjadi petinggi di Angkatan Udara, Mubarak ditunjuk Sadat menjadi wakil presiden pada 1975.
Pada 6 Oktober 1981, Presiden Anwar Sadat bersama sebelas orang lainnya tewas diberondong senjata, dan lemparan granat dari sekelompok tentara ekstrim.
Saat itu, ironisnya, Sadat sedang mengikuti upacara parade peringatan kemenangan pasukan Mesir atas Israel di Terusan Suez dalam Perang 1973. Wakil Presiden Hosni Mubarak selamat dari pembunuhan. Dia sebenarnya berdiri tak jauh dari Presiden Sadat dalam pawai militer itu.
Selanjutnya, Mubarak didaulat sebagai Presiden Mesir. Di tengah ketidakpastian politik paska pembunuhan Sadat, Mubarak lalu memberlakukan undang-undang keadaan darurat. Kekuasaan Mubarak lalu berjalan lempang, karena dia mengekalkan Undang-undang Darurat itu hingga hari ini. Dia lalu muncul dengan wajah rezim berwatak otokratis. Mubarak mengharamkan kritik yang keras kepada penguasa. Dia bertindak kejam bagi gerakan oposisi Ikhwanul Muslimin.
Laporan Departemen Luar Negeri AS, yang mengutip sejumlah organisasi Hak Azasi Manusia, menyebutkan Mesir sarat dengan kasus hilangnya jurnalis dan aktivis, kekejaman dan kekerasan di tahanan, penyiksaan tanpa pengadilan, pengakuan paksa, dan pelanggaran HAM lainnya.
Pada 2007, organisasi HAM Mesir, melaporkan adanya 4.000 orang ditahan tanpa pengadilan. Mereka dituduh melakukan kejahatan politik. Sebanyak 1.000 di antaranya adalah aktivis Ikhwanul Muslimin. Meski dilarang berpolitik oleh Mubarak, gerakan Ikhwanul Muslimin rupanya tetap mampu membangun akar.
Tak tertarik politik
Lahir pada 4 Mei 1928 di suatu desa dekat Kairo, Mubarak adalah putra seorang pegawai kementrian kehakiman Mesir. Dia lelaki dengan disiplin yang ketat. Semua itu ditempanya sejak belia. Misalnya, dia kerap bangun pukul enam pagi, dan tak pernah absen olah tubuh. Mubarak rajin main squash, tak merokok, dan jauh dari alkohol.
Itu sebabnya tubuhnya prima. Setelah lulus dari Akademi Militer pada 1949, Mubarak menjadi salah satu pilot idaman di Angkatan Udara Mesir. Dia juga salah satu dari sedikit perwira yang bersekolah ke Soviet untuk berlatih pesawat tempur canggih di 1950an, seperti Ilyushin Il-28 dan pengebom Tupolev Tu-16 .
Mubarak menikah dengan perempuan blasteran Inggris lulusan American University at Cairo, Suzanne. Mereka dikaruniai dua putra, yaitu Gamal dan Alaa.
Politik sebetulnya bukan tujuan hidupnya. Seperti diungkap dalam dokumenter stasiun berita Al Jazeera, sebagai pilot muda, Hosni Mubarak berniat keras menjadi Panglima Angkatan Udara. Mimpi itu jadi kenyataan: dia mendapat jabatan itu pada 1972. Hanya setahun sebelum negaranya kembali berperang dengan Israel, Perang Ramadan atau Yom Kippur.
Kelak, pada Perang Arab-Israel 1973 itu pula Mubarak membuktikan dirinya sebagai militer sejati. Mesir berhasil memaksa Israel mengadakan perjanjian damai. Setidaknya, Mesir tak lagi malu dikalahkan Israel pada Perang Enam Hari di tahun 1967.
Sadat pun terkesan dengan kepiawaian Mubarak. Dia jago strategi, dan juga piawai memimpin modernisasi Angkatan Udara Mesir.
Karena Mubarak tampak tak punya ambisi politik, Presiden Mesir Anwar Sadat lalu mengangkat Mubarak sebagai wakil presiden pada 1975. Tiga tahun setelah itu, Sadat pun memberi jabatan wakil Ketua Umum Partai Demokratik Nasional (NDP) kepada dia.
NDP adalah partai politik dominan di Mesir. Sadat sepertinya menginginkan Mubarak menjadi pemimpin Mesir di masa depan.
Mendekati Saddam

Sejak menggantikan Sadat sebagai presiden, Mubarak tak melakukan perubahan radikal. Dalam soal politik luar negeri, misalnya, dia tetap melanjutkan visi pendahulunya, yaitu menjadi kekuatan moderat di Timur Tengah.
Pada suatu masa, status itu membuat Mesir sulit. Negeri itu dikucilkan oleh sesama negara Arab. Soalnya, Mesir adalah negara Arab pertama yang berdamai dengan Israel. Perjanjian damai dengan Israel itu adalah warisan Sadat pada 1979, yang akhirnya diteruskan Mubarak.
Seperti diceritakan oleh BBC, perjanjian itu membuat Mesir didepak dari Keanggotaan Liga Arab. Markas lembaga itu pun dipindah dari Kairo ke Tunisia. Mubarak pun cepat tanggap. Dia melirik Saddam Hussein, pemimpin Irak yang dulu sangat berpengaruh di Dunia Arab. Silaturahmi dengan Saddam ditingkatkan.
Pada 1980an, politik Timur Tengah bergolak lagi saat Perang Irak-Iran. Selama delapan tahun perang, peta politik berubah lagi. Ketika perang itu berakhir, hubungan Mesir dan sesama negara Arab pun membaik. Pada 1990, sekretariat Liga Arab pindah kembali ke Kairo. Hebatnya, Mubarak tetap mempertahankan hubungan dengan Israel.
Mesir di bawah Mubarak akhirnya menjadi kekuatan penting di Timur Tengah. Negara-negara Barat, seperti Amerika Serikat dan Inggris, mengandalkan rezim Mubarak meredam radikalisme tetangganya menyangkut konflik Israel dan Palestina.
Israel terancam
Itu sebabnya, saat Mubarak di ujung tanduk pada hari-hari ini, Israel meminta AS dan beberapa sekutu lainnya di Eropa tak ikut melibas Mubarak. Kritik kepada Mubarak, kata Israel, hanya membuat situasi di Mesir kian tak stabil.
Menurut harian The Washington Post, Israel takut jika reformasi terjadi di Mesir, semua struktur kerjasama kedua negara akan berubah. Jika Ikhwanul Muslimin bangkit, dan mengambil alih pemerintahan, dicemaskan Israel akan berdampak kepada naiknya semangat Hamas di Jalur Gaza. Daerah itu bakal dicaplok Hamas.
Israel juga risau, jika wajah Timur Tengah berubah. Jaringan teror al-Qaidah, ditakutkan mengambil kesempatan. Apalagi jika hubungan Mesir dan Israel kian berjarak. Tentu, ini bahaya buat negeri Yahudi itu.
Apalagi setelah Turki tak bisa lagi diandalkan paska penyerangan Israel ke kapal pemberi bantuan yang menewaskan sejumlah warga Turki tahun lalu. “Jika Mesir bermusuhan dengan Israel, malah akan memperburuk sengketa dengan Turki. Akibatnya, Israel harus mengubah total strategi yang telah dipakai lebih dari 30 tahun,” ujar peneliti di Studi Keamanan Nasional Institut Tel Aviv, Giora Eiland.
Korupsi
Mesir di bawah Mubarak konon mengalami pertumbuhan ekonomi yang baik. "Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Mesir 5,3 persen dan tingkat pengangguran kami lebih rendah dari negara-negara lain, termasuk dari Tunisia," kata Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Ahmed El Kewaisny.
Menurut ElKewaisny, Mubarak berjuang sebaik mungkin mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi guna menekan tingkat pengangguran. "Dia sendiri punya program untuk penciptaan lapangan kerja dan mendorong investasi asing," kata El Kewaisny.
Menurut stasiun berita BBC, di bawah kebijakan ekonomi Mubarak yang liberal, bisnis di Mesir bertumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bisnis real estate dan properti, misalnya, terus berkembang. Ekonomi Mesir secara makro relatif aman.
Tapi tak demikian halnya dengan distribusi kemakmuran. Jarak kaya dan miskin begitu lebar. Angka kemakmuran itu tak banyak menetes ke bawah. Bagian besar keuntungan dinikmati Mubarak, keluarga serta kroninya. Sejumlah bisnis utama dikuasai putra Mubarak, Gamal Mubarak. Tentu, dia membaginya kepada sejumlah pengusaha yang bercokol di partai penguasa, Partai Demokratik Nasional.
Hampir separuh dari total populasi Mesir, atau sekitar 80 juta jiwa, hidup di bawah, atau sedikit di atas garis kemiskinan menurut standar PBB US$2 per hari. Dalam dua tahun terakhir, tingkat kemiskinan di Mesir naik dari 20 persen menjadi 23,4 persen.
Meluasnya kemiskinan, tingginya pengangguran, dan inflasi harga pangan inilah yang memantik protes ke Mubarak. Dia pun dituduh kelompok oposisi gagal memenuhi janji pada kampanye pemilu 2005. Saat itu dia mengatakan siap memberikan Mesir lapangan kerja, sekaligus menekan angka pengangguran.
Itu sebabnya, seorang pegawai kecil Ismail Syed pun bolos dari tempat kerja. Dia ikut berdemonstrasi di alun-alun Tahrir, Kairo, pada aksi 25 Januari lalu. "Ini adalah kali pertama bagi saya ikut unjuk rasa. Kami sudah menjadi bangsa penakut, tapi akhirnya kami berani mengatakan tidak," kata Ismail Syed. Sebagai pekerja hotel di Kairo, upahnya US$50 per bulan, atau tak sampai Rp500.000.
Kelompok oposisi Mesir menuding rezim Mubarak tak serius memberantas korupsi yang kronis. Lembaga Global Coalition Against Corruption mencatat Mesir di peringkat 105, dalam daftar negara bersih pada 2006, sejajar dengan dua negara miskin Afrika, Burkina Faso dan Djibouti. Dua tahun kemudian, peringkat Mesir melorot di urutan 115.
Bertahan atau hengkang?
Pengamat Timur Tengah dari Lowy Institute for International Policy, Anthony Bubalo, menilai rezim Hosni Mubarak di Mesir sebenarnya bukanlah yang paling represif di Timur Tengah. Krisis itu bukan semata soal represifitas rezim. Tapi gabungan dari sejumlah masalah lain, seperti keruwetan ekonomi, dan parahnya ketimpangan sosial.
Kini, Mubarak seperti menghitung hari. Tak ada yang bisa memastikan kapan sang penguasa negeri seribu menara itu lengser. Entah pada September, atau bisa lebih lekas. "Yang perlu diperhatikan adalah sisa rezimnya, para pengikutnya. Yang mereka lakukan kini adalah berupaya mendapat otoritas politik sebesar-besarnya di tengah tuntutan massa," ujar Bubalo menambahkan.
Tapi dengan derasnya teriakan massa di Lapangan Tahrir itu, akankah Mubarak hengkang? "Bila bertahan hingga September, Mubarak mungkin bisa tetap tinggal di negerinya. Tapi, bila dipaksa mundur lebih cepat, dia barangkali akan memilih pergi ke luar negeri," ujar Bubalo. (tian43a)