Entri Populer

Selasa, 25 Januari 2011

Hari ini Acara Adat Na Gok Wafatnya GM. Panggabean & pemakaman






Medan
Pemilik Harian Sinar Indonesia Baru, GM Panggabean, dinyatakan sebagai buronan kasus demo rusuh di Medan, Sumut. GM saat ini sedang sakit dan menjalani perawatan medis di Singapura, sehingga belum memungkinkan diperiksa terkait dengan kasus kerusuhan Medan. "Sebelum ke Singapura, Pak GM Panggabean sudah sakit. Beliau kan sudah berusia 60 tahun lebih," kata pengacara GM, Otto Hasibuan, di Jakarta, Kamis (12/2).
Otto saat ini menjadi pengacara Chandra Panggabean, anak GM Panggabean yang ditahan polisi karena kasus itu. Ia mengatakan, GM tidak terkait dengan kasus itu karena GM berangkat ke Singapura pada 29 Januari 2009. Sedangkan aksi anarkis berbuntut tewasnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat terjadi pada 3 Februari 2009.Terkait meninggalnya GM Panggabean, Polda Sumut akan mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) dan menutup kasus yang melibatkannya.
"Sebelum ini pun, Pak GM Panggabean sudah sering bolak-balik ke Singapura. Dengan begitu, keberadaannya di Singapura bukan terkait dengan kasus ini," jelas Otto.
Mengenai adanya pemanggilan GM oleh penyidik Polda Sumut, Otto mengatakan, hingga kini pihak keluarga belum menerima surat panggilan dari polisi.
"Tidak benar kalau ada informasi jika polisi telah memanggil Pak GM Panggabean," ujarnya. Otto juga membantah bahwa keluarga Panggabean termasuk Chandra Panggabean ikut mendanai demo rusuh di Medan.
Mengenai wacana membekukan harian Sinar Indonesia Baru karena dinilai memprovokasi massa lewat pemberitaan, Otto mengatakan, masalah anarkis tidak bisa dikaitkan dengan harian itu.
"Memang ada wartawan surat kabar ini yang menjadi tersangka, tapi kan tidak seharusnya menutup korannya. Misalnya, kalau ada mahasiswa Universitas Indonesia (UI) ikut unjuk rasa, lalu kampusnya ditutup. Kan tidak harus begitu," ucapnya.
Wafatnya GM. Panggabean disemayamkan dirumah duka, hari ketiga Senin siang (24/1), puluhan berbagai rombongan melayat ke rumah duka Jl. Iskandar Muda No. 9 Medan.

Dari pantauan berita tercepat, para kalangan rombongan yang mengucapkan turut berduka cita dihadapan keluarga Almarhum DR. GM. Panggabean datangnya dari Kantor pusat HKBP dipimpin M. Siregar, Universitas HKBP Nomensen Pendeta Bersing Sihombing, Profesi Guru J. Pinem, Tunanetra Pendidikan Tanjung Morawa oleh Pdt. Silitonga, Punguan Si Raja Panggabean Boru/Bere Pematang Siantar oleh G. Panggabean, Pemko Siantar Hulman Sitorus, Pemkab Samosir Mangindar Simbolon, Dirut PTPN3 Dahlan Harahap, Ketua DPRD Tingkat I Sumut Saleh Bangun dan lain-lain.

Ketua DPRD Tingkat I Sumut Saleh Bangun dalam kata sambutannya mengatakan, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya DR. GM. Panggabean dan harapannya keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan DR. GM. Panggabean adalah pejuang pendidikan, pejuang PERS dan pejuang kebudayaan, oleh karena itu cita-cita Almarhum GM. Panggabean dapat dilanjutkan oleh keluarga.

Disisi lainnya tampak hadir melayat Jhon Hugo Silalahi Mantan Bupati Simalungun bersama Istri dan Nurdin Manurung dari Partai PPRN bersama Istri, Japorman Saragih Anggota DPRD Tingkat I Sumut dari PDI-P.

Menurut Gabe (53) kepada BERITA TERCEPAT mengatakan, banyaknya kalangan rombongan memberikan kata-kata sambutan turut berduka cita, Senin siang(24/1), itu sudah dirancang panitia, karena besok Selasa (25/1) akan dilaksanakan acara Adat Na Gok dalam wafatnya Pak GM ini. Jadi acara Adat Na Gok bisa diperhitungkan tepat waktu, katanya. Dan ditambahkan Gabe lagi, bahwa Senin malam jam 20.30 WIB sampai dengan selesai dilaksanakan acara Marria Raja di rumah duka untuk persiapan Adat . Setelah itu di bawa ke gereja GKPI jalan Sriwijaya Medan sebelum di semayamkan ke tempat trakhir di pemakaman daerah tanjung merawa medan . Para mengantar yang melayat semuanya disediakan pihak kelurga 5 Bus MAKMUR bagi yang tidak mempunyai kendaraan
untuk menghantarkan mayat ke tempat yang terakhir.Walaupun berduka cuacapaun hujan sebentar berhenti , panas lagi .mungkin hari ini sedang berduka. Sluruh staf dan karyawan BERITA TERCEPAT Mengucapkan " Slamat jalan Bpk GM.Pangabean , semoga keluarga yang di tinggalkan tabah dan iklas melepskan kepergian BPK " .(tian43a)

Puas Meniduri, Foto Bugil Pacar Mau Disebarkan

SIMALUNGUN,JAM 21.30 WIB
Masdar (20) benar-benar kelewatan. Setelah mencicipi tubuh kekasihnya, An (18), warga Kampung II Pematang Bandar Kecamatan Bandar Simalungun, ini malah mengancam akan menyebarkan foto bugil sang kekasih. Parahnya, ancaman itu disampaikan lewat SMS yang ditujukan ke ponsel orangtua An.
A Hutagalung (45), ayah An, Senin (24/1) sekira jam 14.00 wib, membenarkan ancaman tersebut dibacanya lewat SMS yang masuk ke ponselnya beberapa hari lalu. Begini kira-kira bunyi SMS itu. “Ada foto bugil si An mau disebarkan.”
Membaca sms itu, warga Toba Sari Nagori Pematang Sidamanik Kecamatan Sidamanik, ini berang dan menanyakan langsung kepada An, kapan ia berpose bugil di hadapan Masdar. Di sinilah An mengaku. Ternyata tak hanya berpose bugil, An malah sudah bersetubuh dengan kekasihnya itu. “Anak saya dinodai di rumah laki-laki itu,” tuturnya.
Tak ada pilihan, Antonius akhirnya menggiring anaknya mengadukan Masdar ke Polres Simalungun, Jumat (21/1) sekira jam 13.00 wib. Hingga berita ini diturunkan, Masdar masih belum diamankan.
Kapolres Simalungun ABKP Drs Marzuki MM melalui Kasubbag Humas AKP Sulaiman Simanjutak membenarkan sudah menerima pengaduan orangtua korban. “Sejauh ini kita masih memeriksa saksi-saksi untuk menguatkan pengaduan. Jika terbukti melakukan perbuatannya, pelaku bisa dijerat Pasal 287 KUHP,” kata Sulaiman. (tian43a)

Polres KP3 Belawan Membersihkan pengoplosan minyak yang selama ini meresahkan dan merugikan Negara


Medan
Polres KP 3 Belawan dan Kapolda ,TNI Juga pertamina berhasil menagkap mafia-mafia minyak yang ada di Belawan dengan barang bukti 11 drum minyak tanah satu unit mobil tangki BK 8412CB satu unit mobil cold disel BK 9112 F yang berisikan drum oli kotor dan satu unit truk berisikan minyak .
Semua barang bukti tersebut digelandang ke Mako KP3Belawan ,dari pengerebekan TKP di depan depot minyak pertamina Labuhan .
Sesudah itu pihak Pertamina Polres KP 3 ,TNI,mengerebek tempat oplosan minyak simpang seruwe Labuhan ,yang heranya pihak pertamina meminta pada KP3 Belawan agar wartawan dilarang meliput.Ada apa makanya gudang oplosan minyak di simpang Seruwe wartawan atas permintaan Pertamina pihak KP3 melarang meliput.
Sebenarnya tempat oplosan minyak sangat banyak di Belawan sangkin banyaknya para nelayan sangat susah mendapatkan BBM untuk kapal mereka. Seperti di Kota Bangun ,Hamparan Perak ,oplosan minyak Solar maupun CPO ada disana .
Seperti oplosan minyak milik WNI Keturunan inisial Along sudah sangat terkenal dikalangan wartawan maupun LSM orang sakti yang gudangnya oplosan minyaknya tak terjangkau aparat kepolisian ,apalagi rumahnya sering dikawal oknum TNI layaknya rumah panglima .
Sangat diharapkan pada Panglima Kodam I Bukit-Barisan segera menegor dan mempertanyakan ada apa hubungan Along mafia CPO dengan oknum TNI yang menjaga rumah Along 24 jam .Padahal itu bukan tugas TNI ,tugas TNI ya menjaga rumah TNI .Dan tugas TNI tunduk pada Negara bukan pada mafia (tian43a)

cukong oli di belawan tertangkap basah




MAPOLDASU, JAM 14.00 WIB
Gudang pembuatan oli bekas di Belawan digrebek sepasukan polisi. Hasilnya, puluhan ton oli bekas diduga hasil oplosan diamankan dari Jalan Blebes II Belawan, Senin (24/1) siang. Selain barang bukti oli, polisi juga turut mengamankan pengusaha Domu Sinaga dan Yusuf Surbakti. Sedangkan 3 karyawannya, yakni Safin, Rahmad dan Rajab, ikut dibawa untuk dimintai keterangan.
“Operasi gabungan TNI, Polri dan Satpol PP ini dinamakan dengan sandi ‘Operasi Kuda Laut’,” ujar Karo Ops Poldasu Kombes Pol Iwan Hary kepada wartawan, Senin (24/1) kemarin.
Lebih jauh katanya, operasi yang digelar selama 30 hari terhitung 20 Januari 2010, meneruskan pengaduan pihak Pertamina dalam sejumlah kasus pencurian yang marak. “Seperti di perairan Belawan, tepatnya km 42, rawa dan perumahan liar yang berada di jalur saluran pipa transmisi milik Pertamina,” kata mantan Wadir Reskrim Poldasu ini.
Sambungnya, operasi gabungan dengan kepolisian mengungkap kasus penyulingan yang selama ini meresahkan Pertamina. “Operasi ini didanai Pertamina. Dari beberapa TKP penangkapan, kita juga mengamankan beberapa tersangka. Salah satunya penggrebekan di Jalan Belebes II Belawan. Puluhan ton oli bekas diamankan dari gudang operasi milik Domu Sinaga,” ungkapnya.
Dijelaskannya, operasi yang mendapat pengawalan ekstra dari personil bersenjata lengkap, juga berlanjut ke beberapa Depot Pertamina. Salah satunya menggrebebek penangkaran gudang BBM di kawasan Yos Sudarso dan Lingkunga II Martubung. Sejumlah peralatan pengisap BBM dan tiga drum sabun ikut disita.Pada saat ke jadian seluruh wartawan yang hadir dilarang meliput kejadian , karena alasan yang tidak masuk akal. (tian43a)

Senin, 24 Januari 2011

Hati - hati naik Odong odong






Selasa, 18 Januari 2011
MARELAN
Angkutan massal atau yang lebih ngetop dengan istilah odong-odong makan korban jiwa. Feri Arianto (11) warga Jl. Marelan Raya Pasar II Timur, Gang Sepakat, Lingkungan 24, Kel. Rengas Pulau, Kec. Medan Marelan, tewas mengenaskan setelah jatuh dari angkutan mirip kereta api itu.

Kecelakaan terjadi saat mobil bergandeng tersebut melintas di Jl. Veteran, Pasar 8, Desa Manunggal, Kec. Labuhan Deli, Sabtu (15/1) malam, sekira pukul 23.00 WIB. Tragisnya lagi, usai terhempas ke aspal, tubuh bocah malang yang masih duduk di bangku kelas VI SD itu langsung disambar sepedamotor yang melaju dari arah sama. Sementara itu, melihat korban bersimbah darah, Sandi (28) supir angkutan yang tengah diminati warga Medan itu sontak melarikan diri. Informasi yang dikumpulkan POSMETRO dari saksi mata bernama Sahrul (35) mengatakan, malam itu odong-odong yang mengangkut puluhan bocah yang hendak keliling kampung itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Medan menuju Marelan.

Sedangkan Feri yang berdiri persis di tengah penyambung gerbong tampak terlalu kegirangan. Sangkin girangnya, korban tiba-tiba terpeleset dan ‘terjun bebas’ ke aspal. Puluhan penumpang lain yang melihat peristiwa itu sontak langsung histeris sembari minta si supir menghentikan laju kendaraanya. Tapi karena takut diamuk massa, Sandi memilih melarikan diri. Oleh warga, korban pun diboyong ke RS Maya Sari. “Setelah jatuh, tubuh anak itu ditabrak kereta lagi,” kata Sahrul. Tapi Tuhan berkehendak lain, belum juga sempat mendapat perawatan medis, korban keburu menghembuskan nafas terakhirnya. Kabar kematian Feri sontak membuat Dartono (42) dan Mis (40) menangis histeris. Meski tak terima dengan kematian putra tercinta mereka, tapi pasutri ini tetap berbesar hati menyetujui upaya damai yang ditawarkan pihak pengusaha odong-odong itu. “Sampai hari ini supirnya belum ada datang, tapi pemilik odong-odong telah datang untuk berdamai. Keluarga sudah ikhlas, masalah odong-odong diamankan polisi itu urusan pengusahanya,” kata Sugianto, uwak kandung korban pada kru koran ini. Sementara itu, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Sugeng Riyadi yang dikonfirmasi mengaku kalau pihaknya telah memeriksa beberapa saksi. (tian43a)
 


Untuk naikan nama rela foto Bugil


SENIN, 24 JANUARI 2011 | 10:55


Cynthiara Alona mengakui ada setting-an untuk mendongkrak popularitas film. Ia sendiri pernah mendapat tugas untuk itu. “Aku juga pernah di-setting untuk keperluan promosi film. Tujuannya ya agar masyarakat penasaran lihat filmnya. Kalau nggak gitu ya katanya filmnya nggak laku. Aku nggak setuju, tapi perintahnya begitu,” kata Alona yang merahasiakan apa settingan-nya dan film yang dimaksud.

Bagi Alona, cara promosi dengan setting-an sebenarnya menunjukkan kualitas sebuah film. “Cara seperti itu sih harusnya udah nggak dilakukan lagi ya. Boleh dibilang ketinggalan jamanlah. Kalau masih ada pembuat film yang menggunakan cari itu, berarti filmnya jelek,” cetus Alona kepada Rakyat Merdeka.

Menurut Alona, jika film yang dibuat oleh production house memiliki jalan cerita yang baik dan pantas untuk ditonton, pastinya promosi yang dilakukan bukan menggunakan skenario palsu mengangkat filmnya. ‘’Itu juga menunjukkan nggak pede sama filmnya,” beber bintang film Diperkosa Setan ini.

Soal perfilman, Alona melihat, masyarakat sudah mulai pintar memilih tontonan tanpa sensasi hasil rekayasa kasus.

“Toh banyak juga film yang udah dibikin sensasi malah sepi penonton. Karena penonton sekarang makin selektif milih film. Kalau setiap PH harus pakai setting-an, yang ditonton settingan-nya apa filmnya,” tanya cewek yang sempat tampil bugil di majalah

6 Pria Berpistol Beraksi, Istri Bos Showroom Dirampok




SENIN, 24 JANUARI 2011 | 11:02



Senin, 24 Januari 2011
MEDAN-
-Komplotan perampok berpistol beraksi lagi. Kali ini giliran rumah Jhoni Tuerah (43), pemilik showroom sepeda motor Yamaha di Padang Sidimpuan, yang menetap di Jl Timor Baru II, Kel.Gang Buntu, Kec.Medan Timur, Minggu(23/1) pukul 07.30 WIB.

Dalam aksinya perampok berhasil menyikat sejumlah perhiasan berlian, uang tunai, handphone bernilai ratusan juta rupiah. Aksi mereka berjalan mulus setelah berhasil menyakap pemilik rumah dan anak-anaknya.

Rumah mewah itu milik pasangan suami istri, Jhoni Tuerah (43) dan Sheren Johana (40). Diceritakan Sheren, dia dan anaknya, Glen (15) serta Nicholas (14 bulan) sedang memasak di dapur. Sedangkan suaminya, Jhoni Tuareh kebetulan sedang tidak di rumah. Pagi itu pembantunya Suryani (27), sedang menyapu halaman rumah. Tiba-tiba gerombolan tamu tak diundang itu meringsek masuk. Pintu pagar yang tak terkunci membuat aksi kawanan rampok mulus masuk rumah.

‘’Waktu itu, pembantu saya sedang menyapu rumah. Tiba-tiba saja ada enam pria yang langsung masuk dan menodongkan pistol pada pembantu saya dan langsung menuju ke arah saya dan anak saya,’’ ujar wanita yang akrab disapa A Sien itu.

Memang, gerbang dan pintu, tak lagi dikunci sebab hari sudah terang. Hanya saja, suasana lingkungan masih sepi.

Dalam keadaan takut karena ditodong pistol, Suryani berjalan menuju arah majikannya. Seperti pembantunya, A Sien dan kedua anaknya juga langsung ditodong pistol jenis FN. ‘’Mereka menyuruh kami diam dan tiarap, lalu kaki dan tanganku dan anak-anaku diikat pake tali kabel,’’terang A Sien, ketika diwawancarai, kemarin.

Suryani tak diikat. Dia disuruh menenangkan Nicholas, yang terus menangis karena ketakutan. Selanjutnya, kelima pelaku naik ke lantai 2 rumah. Mereka memeriksa seluruh isi kamar. Sedangkan seorang pelaku, menjaga A Sien, Glen dan Suryani, tetap dalam todongan pistol.

Nah, pelaku akhirnya menuju kamar A Sien dan mengacak-acak semua lemari dan laci mencari barang-barang berharga milik korban. ‘’Setelah mengacak-acak kamar saya, salah satu dari mereka turun dan membuka ikatan kaki saya, mereka lalu mengajak saya ke atas. Sampai di atas, mereka bertanya pada saya, mana lagi uang dolar dan barang-barang berharga milikmu yang lainnya, kata perampok itu. Lalu saya jawab sudah semua itu barang berharga yang saya miliki, nggak ada lagi pak,’’ katanya. A Sien juga diancam diperkosa dan dibunuh bila tidak menunjukkan semua barang berharga miliknya.

Puas mendapatkan uang Rp14 juta, 5 jam tangan, 2 set perhiasan berlian, 2 BlackBerry, 2 Nokia, 1 hp Lexus, 1 laptop dan cincin tunangan milik Suryani, para perampok langsung pergi.

‘’Para pelaku masuk ke lokasi pagi hari dan langsung melakukan penyekapan. Pemilik dan beberapa orang yang berada di dalam rumah langsung diamankan ke dalam satu kamar, dan setelah itu para pelaku melaksanakan aksinya,’’ ungkap Kapolsek Medan Timur, Kompol Patar Silalahi yang saat itu berada di TKP. Ditegaskannya, berdasarkan keterangan korban tentang ciri-ciri para pelaku, ada kemiripan dengan perampokan di Emerald Garden beberapa waktu lalu. ‘’Untuk kasus ini, kita akan tetap melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Selain itu, bekerjasama dengan jajaran kepolisian lain, Polresta Medan menutup jalur perjalanan menuju luar kota. ‘’Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, kita telah perintahkan anggota untuk menutup dan memantau akses menuju luar kota,’’tegas Patar. ‘’Kita sudah bentuk tim, tim ini gabungan Polsek Medan Timur dengan Polresta Medan,’’ tukasnya. Hingga saat ini petugas masih memeriksa saksi-saksi di Polsek Medan Timur. ‘’Saksi masih terus kita periksa, kita masih selidiki apakah peristiwa ini ada kaitannya dengan peristiwa perampokan di Medan Barat dan di Medan Kota,’’ pungkasnya, mengaku para tersangka tidak mengenakan penutup wajah saat beraksi.(ray/ala/sal/joe)

“Om..Lala Jangan Diikat Ya, Lala kan Masih Kecil”

Ada kisah menarik saat 5 perampok naik ke lantai 2 rumah. Saat menggelaedah seluruh kamar, ada kamar yang masih terkunci. Para perampok menggedornya. Di dalam, Geofani (14) dan Lala (6) sedang tidur. Keduanya juga anak A Sien. Karena terus digedor, Lala akhirnya membuka pintu. Dia tak sadar bakal menemukan penjahat di balik pintu kamar.

Begitu dibuka, sontak dia kaget melihat sejumlah pria tak dikenal langsung mengancamnya. ‘’Om Lala jangan diikat ya, Lala kan masih kecil. Jadi jangan diikat ya,’’ ujar Lala ketakutan, saat menyaksikan kakaknya diikat. Anehnya, perampok itu mengabulkan permintaannya.

Setelah menggasak harta dari rumah itu, para perampok pergi mengendarai mobil. Sayangnya, tak diketahui jenis mobil yang mereka gunakan. Tapi, sebelum pergi, seluruh penghuni rumah diikat, kecuali Lala. “Setelah rampok itu pergi, awalnya saya minta tolong sama anak saya Lala untuk mengambilkan gunting dan memotong tali ikatan tangan saya,’’ ungkap Asien. Setelah terlepas, barulah dia berlari ke depan dan menjerit minta tolong, sedangkan pelaku sudah kabur.

Memang, saat itu, Jhoni Tuareh lagi tak berada di rumah. “Ayah lagi bisnis di Malaysia. Aku sempat kejar (perampok) pakai mobil tapi gak ketemu. Setelah tidak dapat mengejar, saya langsung menanya kepada petugas keamanan, tapi mereka juga tidak mengetahui,” jelas Glen.(tian43a)